Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasuruan menggelar acara Bimbingan Teknis Statistik bagi Aparat Desa se-Kecamatan Gempol, Pada Senin (11/11/2024).
Adapun tujuan dari diselenggarakannya acara ini agar aparat Desa yang ada di Kecamatan Gempol dapat mengolah data masyarakat dengan baik, Karena seperti yang sering terjadi sebelumnya, banyak ketidak validan data yang ada, seperti angka kependudukan yang asli dengan data yang sudah terkumpulkan di aparat desa seringkali tidak sama dan tidak sesuai.
Dalam kegiatan yang diselenggarakan di Grand Mulia Sakinah Kecamatan Gempol ini, merupakan kerja sama antara Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasuruan dengan Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasuruan.
Acara dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Ridwan Harris. Juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat serta tamu undangan lainnya yang terdiri dari Sekretaris Desa, Bendahara Desa, Kaur Perencana Desa, dan Operator Desa.
Dalam Sambutannya, Ridwan Harris mengatakan data itu sangat penting dan satu data itu harus berawal dari Desa bukan dari Pemerintah Daerah. Melalui satu data yang terintegrasi dari level desa, dapat dibagi pakaikan melalui sebuah sistem yang saling berinteraksi sehingga tercipta kesesuaian data.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat menyampaikan statistik itu ada hubungannya dengan pembangunan yang ada di Desa. Sehingga, bisa menjadi penunjang kemajuan dan meningkatnya pembangunan Desa. Bukan hanya itu, ditahun 2025 Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan daya saing daerah akan menjadi prioritas utama Pembangunan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Maka, perlu adanya Sinkronisasi antar Pemerintahan mulai dari Pemerintahan Desa hingga Nasional yang berawal dari Data.
Menurut Mia Mahera selaku narasumber dalam kegiatan tersebut mengungkapkan selama ini Pemerintah Desa memliki data tapi tidak mengerti kegunaan dari data tersebut. Padahal dari data tersebut bisa dijadikan untuk perencanaan pembangunan desa. selama ini data ini berteberan dan Pemerintah Desa hanya mengumpulkan saja tanpa mengerti apa tujuan dari data tersebut dan apa pula fungsi dari data itu sendiri. Dan sekarang kita harus beralih, bukan hanya mengumpulkan data saja, tetapi juga bisa memproses, mengolah dan menganalisa data. Maka dari itu, BPS membuat program Desa Cantik atau ââ¬ÅDesa Cinta Statistikââ¬Â, sekaligus sebagai upaya pendampingan bagi setiap Pemerintah Desa dalam mengumpulkan, mengolah hingga validasi. (Alfi, R.A)